Formulir Kontak

 

1st JAVA's Mas'ul

Keluar dari ruang sidang bukan berarti MERDEKA. Justru saat –saat seperti ini yang membuat saya takut. Kami berlima (saya, Mas Rizki, Alif, Supriyanto, dan Jehan) sebagai calon ketua JAVA UGM sedang gelisah menanti keputusan sidang tentang siapa “1st JAVA’s Mas’ul”. Panas dingin dan ketakutan. 

JAVA. Namanya memang sudah tidak asing lagi di telinga kita. Tapi, JAVA yang satu ini memang tak banyak dikenal orang. JAVA yang ini baru berdiri secara de facto pada tanggal 7 Juli 2012. Tentunya bukan orang sembarangan yang membangunnya. JAVA didirikan oleh teman-teman yang memiliki integritas tinggi, yang memiliki semangat dakwah tinggi. Karena itu, Jama’ah Vokasi Al alim yang selanjutnya disingkat JAVA ini ada. 
 
Sudah lama sekali saya menunggu. Sebuah wadah atau lembaga di Vokasi UGM yang bergerak dalam bidang keislaman. Dan di tahun kedua inilah, saya dapati mereka tim pejuang vokasi yang menjadi sejarah terbentuknya  JAVA UGM.  Apalagi, JAVA bukanlah organisasi kecil. Ini adalah organisasi setingkat Jama’ah Shalahuddin. Yang didalamnya terdiri dari 5 cluster (SosHum, Sains, Kesehatan, Teknik, dan Agro) dari 24 jurusan.
****
Sepertinya teman-teman Ad Hoc telah mempersiapkan ini. Mempersiapkan saya sebagai ketua SKI JAVA UGM. Sangat terlihat sekali dari gerak-gerik sandiwaranya, komat-kamit bibirnya, dan sangat kompak sekali. Sepertinya sudah mengarah ke saya. Dan saya heran, kenapa akhwat yang satu ini ngotot sekali memilih saya? Padahal alasan saya untuk tidak sanggup menjadi ketua SKI JAVA sudahlah kuat. Multiamanah. Sebagai koordinator AAI Vokasi Departemen Bahasa,Seni, dan Manajemen Budaya. Juga Tim Pengelola Internal Sekolah Vokasi di Pusat Koordinasi Pengelola AAI UGM. 

Rasa gelisah saat dipanggil memasuki ruang sidang. Ditambah lagi saat pimpinan sidang membacakan hasil musyawarah forum saat itu. Lama-lama, rasa sesak mulai ada.Jlebbb.. lalu, bertambah sesak saat mendengar nama saya terpilih menjadi ketua SKI JAVA UGM.

“Milih ketua kok dibuat guyonan” saya pikir. Sudah jelas-jelas Mas Rizki siap dijadikan ketua. Kenapa mesti nunjuk saya? Saya menduga, memang ini sudah disiapkan oleh teman-teman Ad Hoc.  Tapi, entah kenapa saya mulai tersenyum dengan keputusan forum saat itu. Saya juga kasihan dengan Mas Rizki yang saat itu umurnya sudah menginjak 6 semester. Ya, sebentar lagi beliau akan lulus dari UGM. 

Apa saja yang akan saya katakan jika saya nantinya terpilih sebagai ketua SKI JAVA sudah saya siapkan. Saya akan katakana kalau saya butuh waktu. Tapi itu tidak bisa terjadi. Saya bingung dengan sikap saya. Kenapa tidak mau membantah. Malah berkata “terimakasih”. Oh, ya sudahlah. Mungkin itu jawaban yang dipersiapkan Allah untuk saya. Saya sampai lupa ingin berkata apa. Hilang semua karena gemetar. Tidak biasanya saya gemetar di hadapan banyak orang. Untuk tampil bermain teater di depan delapan ribu orang saja saya terlihat santai. 

Guyonan ala mandarin dan bahasa jawa pun keluar, “dong ma?” kamu tahu tidak? Saya gemetar lagi untuk mengatakan “saya bersedia menjadi ketua”. Seperti masih setengah-setengah dan tidak terima dengan keputusan forum. Masih ada satu hal lagi yang meragukan bagi saya. Padahal ini persyaratan di Tata tertib Muktamar. Kalau sudah ada yang siap dijadikan ketua. Kenapa mesti memaksa yang tidak siap untuk mengatakan “saya siap”. Ya sudahlah, yang muda yang mengalah. Toh, saya sudah bilang “terimakasih telah memilih saya”
*****

Sepertinya, seseorang dalam forum muktamar ini telah menyebarkan berita tentang terpilihnya saya sebagai ketua. Terbukti setelah beberapa jam dinyatakannya saya sebagai ketua, banyak sekali sms yang masuk ke hp saya. Mulai dari teman JS, SKI, dan AAI. Sepertinya dalang penyebar pesan ini adalah Ervira Rusdhiana.
Pulsa saya tinggal 194 rupiah. Banyak sms yang masuk termasuk dari Ibu saya yang menanyakan jadwal kepulangan saya ke Klaten. Saya sudah satu bulan belum pulang Klaten. Pulsa 194 rupiah ini sangat berarti bagi saya. Membalas sms dari ibu saya, atau membalas salah satu sms dari teman saya. Akhirnya saya putuskan untuk membalas ibu saya. “InsyaAllah, minggu sore pulang” 



Sudah lewat pukul 20.30 , tetapi masih saja ada sms yang masuk. Dan saya kagum dengan salah satu sms dari teman SKI, yang tertulis “ Assalamu’alaikum Akh, semoga antum bisa mengemban amanah ini. Dan semoga antum dapat menjadi sosok Alil Amri sebijak Abu Bakar R.A, setegas Umar R.A, selembut Usman R.A, dan sealim Ali R.A”. Saya masih terus membaca. Dapatkah saya bisa menjadi seperti mereka? Dapatkah saya menjadi pemimpin harapan teman-teman? 

Masih saja ada beberapa sms yang masuk. Kali ini dari temen-temen AAI. Adik saya, Wicky Lucky D.C. “Assalamu’alaikum. Akang, selamat, semoga menjadi imam yang amanah. Semangat ya. Barakallah Akang. Saya sayang akang karena Allah”. Ini sms kedua yang menyentuh hati saya. Dia memang sangat dekat dengan saya, kalau sudah main ke kos. Pasti ngajak nyanyi bareng. 

Mungkin, diketahui oleh teman saya kalau saya tidak punya pulsa dan memang malas untuk beli pulsa. Malam itu, HP saya ditransfer pulsa sebesar Rp 3.000 oleh sahabat saya. Baik sekali. Calon ketua JAVA yang dihilangkan namanya karena alasan on the job training di Hotel berbintang di Yogyakarta. Dengan senang hati, saya langsung membalas satu per satu sms yang masuk ke nomor saya, terutama yang ikhwan saya dahulukan. 

Saya mengucapkan banyak terimakasih kepada teman-teman yang telah berjuang dalam pembentukan JAVA ini. Kalian adalah orang-orang hebat, yang namanya akan menjadi sejarah terbentuknya JAVA UGM. Kalian luar biasa. Terimakasih pula kepada teman-teman yang telah percaya kepada saya untuk mengemban amanah ini. Tak mudah menjadi pemimpin, saya butuh kalian ! Semangat Berkarya !

 “Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar. merekalah orang-orang yang beruntung. “Q.S Ali Imrom 104


Total comment

Author

Hannif Andy Al Anshori

0   komentar

Cancel Reply