Formulir Kontak

 

Berpikir Visioner

tulisan ini lanjutan dari Refleksi diri – Semangat Perbaikan  . 

“Jadilah laki – laki dengan kaki berpijak di bumi .Namun cita-citamu tergantung di langit nan tinggi”

Visi itu melihat ke depan , sedang introspeksi menoleh ke belakang . Untuk menang , kita harus berpikir dan bergerak ke depan , bukan menyalahkan masa lalu dan menghardik keadaan . Masa lalu adalah arsip dan referensi bekal melangkahkan kaki . Modal , untung rugi memang harus selalu dikalkulasi agar bekerja yang lebih serius lagi . 

Memikirkan masa depan sejak dini , layaknya seperti membuat coretan bolpoint di atas kertas putih , mudah sekali . Begitulah yang saya rasakan disaat membayangkan tentang rangkaian-rangkaian kehidupan masa depan . Mulai berpikir kedepan  , seperti cuplikan Anies Baswedan dalam acara Visi Indonesia Masa Depan yang mengatakan bahwa , “anak muda sudah seharusnya menawarkan masa depan, bukan lagi mengingat masa- masa lalu , apalagi menyalahkan masa lalu. Mimpi-mimpi Bangsa Indonesia sudah sepatutnya di bebankan kepada anak –anak muda saat ini . Anak muda bukan lagi memikirkan masa depan dirinya sendiri , akan tetapi sudah harus memikirkan masa depan bangsanya. Dengan itu , janji-janji Negara Indonesia bisa terlunasi “.

Openess to new experiences. Petualangan , pengalaman , tantangan , saya sangat butuh semua itu . Menang , sukses tanpa berdarah darah dan bangkrut , namun dengan kreativitas unik untuk meraih prestasi baik itulah yang saya harapkan . Saya ingin merubah suatu hal yang sederhana menjadi kelimpahan yang bermanfaat , selalu berpikir maju untuk mengubah rintangan dan duri menjadi alas yang lembut dan halus , menemukan cara yang tak biasa untuk menjadi sukses yang luar biasa , tidak pernah menyerah sebelum menorehkan tinta sejarah, tidak pernah taku dalam kegagalan dan selalu bangkit mengejar kesuksesan . 


Orang – orang yang memiliki kejelasan visi dan misi dalam hidupnya akan konsisten untuk mewujudkan suatu mimpi dan obsesinya. Sikap keberanian akan mampu mengantarkan kaki-kaki yang lemah ini menuju pada terwujudnya mimpi-mimpi kita . 

Kalau kita mengawali langkah dari rasa takut , sebenarnya kita tak pernah melangkah (H.J Nayyar)

Total comment

Author

Hannif Andy Al Anshori

0   komentar

Cancel Reply