Formulir Kontak

 

Refleksi Diri - Semangat Perbaikan


         Tak disangka  , usia hampir berkepala dua , pikiranku pun melayang kemana-mana . Usia yang semakin tua, dan kelulusan kuliah yang semakin dekat terasa menjadi kenyataan pahit yang amat berat untuk dihadapi . Kegelisahan ini membuat saya tekadkan diri untuk berbenah menjadi jauh lebih baik daripada saat ini . Bukan masalah pekerjaan , masalah biaya , atau yang lainnya . Jika masalahnya adalah pekerjaan  atau biaya, saya optimis paling lama dua bulan saya menganggur untuk mencari pekerjaan. Yang saya pikirkan untuk saat ini adalah , apa yang mampu saya berikan untuk kampus yang akan saya tinggalkan ,juga apa yang akan saya berikan untuk teman-teman yang masih studi di kampus UGM. 

Refleksi 

Mulailah berpikir untuk memberi dengan ikhlas. Berhenti untuk menuntut , Bismillah , saya melakukan yang bisa dan harus saya lakukan . Menulis, mentraining  , mengajar , menginspirasi, ataupun selabihnya. Kuncinya pada keikhlasan untuk melakukan . 

“Jadilah laki – laki dengan kaki berpijak di bumi .Namun cita-citamu tergantung di langit nan tinggi”

         Setelah melihat film Sang Murobbi “mencari Spirit yang Hilang”. saya menjadi teringat akan cerita ini ,
“ ada monyet yang berada di pucuk pohon kelapa, datanglah tiga jenis angina yang berbeda. Yang pertama , datanglah angina bahorok , membuat monyet itu berpegang erat pada batang pohon kelapa tersebut . Lalu angina kedua datang , datanglah angina tornado , ia mendekap erat batang pohon sangat kuat sekali . Nah , disaat angina sepoi-sepoi halus menyapa , tenang , lembut , dan menyerang ubun-ubun sin monyet , monyet pun ngantuk dan akhirnya terjatuh dari atas pohon”

          Begitulah gambaran tentang sebuah kehidupan manusia. 

       Bila engkau tidak bisa menambahkan sesuatu pada dunia , maka engkau akn menjadi beban yang berat bagi dunia ( kaidah ar-Rafi’I dalam kitab al-Massar) . “Kalau engkau tidak menjadi problem solver , maka engkau akan menjadi trouble maker


Yogyakarta , 26 Maret 2012

Total comment

Author

Hannif Andy Al Anshori

0   komentar

Cancel Reply